7 Jun 2011

Kandidat Pengganti Scholes di Manchester United

Setelah melalui karir gemilang bersama Manchester United, gelandang eksplosif Paul Scholes akhirnya menyatakan pensiun dari lapangan hijau.
Dan kini Manchester United dihadapkan pada perjuangan yang tak mudah untuk menemukan pengganti pemain berjuluk The Ginger Ninja itu di lini tengah mereka.
Manajer Sir Alex Ferguson selama ini selalu berpaling kepada Scholes jika ia membutuhkan darah segar pada permainan timnya, dan mereka yang akan menggantikan posisinya haruslah memiliki kemampuan, bahkan temperamen yang hampir setara.
Beberapa nama sudah mencuat di bursa transfer untuk mengisi pos yang ditinggalkan alumnus Class of 92 itu. Dan berikut ini adalah beberapa pemain yang disebut sebagai kandidat pengganti Scholesy musim depan:
Wesley Sneijder
Klub: Inter Milan
Usia: 26 tahun
Sebagai seorang gelandang penuh talenta dan segudang pengalaman di tingkat Eropa dan internasional, Sneijder diyakini tak butuh banyak waktu untuk menyesuaikan diri dengan gaya main Setan Merah. Ia adalah salah satu playmaker terbaik dunia saat ini - hal yang ia buktikan ketika membawa Nerazzurri meraih treble musim lalu.
Kemampuan passing yang ia miliki merupakan atribut kunci, dan dalam urusan tendangan jarak jauh ia setara dengan Scholes. Pemain timnas Belanda ini juga jago dalam eksekusi bola mati. Namun ia bakal amat sulit digaet dari klubnya karena Inter tentu tak ingin melepas aset berharganya. Butuh tawaran besar dari United - diperkirakan sekitar 35 juta pound untuk menggoda Inter membuka proses negosiasi, tapi dengan Sneijder yang berada di usia emasnya saat ini, ia tentu akan menjadi pemain yang layak dihargai sebesar itu.
Luka Modric
Klub: - Tottenham
Usia: 25 tahun
Tottenham pun tentu tak ingin kehilangan pemain bintangnya untuk rival mereka di Liga Premier, tapi Modric tak diragukan lagi, punya kualitas untuk memperbaiki lini tengah United. Ia sudah bermain lebih dari 100 kali penampilan sejak mendarat di White Hart Lane tahun 2008 silam, dan ia mampu membuka pertahanan lawan dengan dribble dan umpan-umpannya. Visi dan gaya passing gelandang Kroasia ini terbukti sudah memberi sukses bagi The LilyWhites.
Modric memang sempat memiliki sedikit kendala fisik, namun kegigihannya untuk merebut kembali penguasaan bola dan bermain di segala posisi telah menjadikannya favorit fans. Torehan golnya memang tak sebagus Scholes, dan ia lebih cenderung bermain maju menyerang ketimbang mendikte permainan ala Scholes, namun ia tetap bisa menjadi opsi yang bagus untuk United.
Javier Pastore
Klub: Palermo
Usia: 21 tahun
Pemain asal Argentina ini tak terlalu banyak disorot ketika datang di Italia di tahun 2009, namun ia sudah membuktikan diri sebagai salah satu yang terbaik di posisinya. Ferguson sendiri tak menyembunyikan kekagumannya pada Pastore, bahkan ia mengungkapkan kalau mereka pernah mencoba mendatangkannya ke Old Trafford di tahun 2009, namun gagal.
Di usia masih 21 tahun, Pastore memang masih perlu banyak belajar, namun ia sudah menunjukkan skill luar biasa dalam peran sebagai playmaker. Visi dan penguasaan bola yang elegan sulit ditandingi, namun banyak yang meragukan kemampuan defensifnya. Selain itu ia memiliki pengalaman internasional yang relatif pendek dan itu bisa menjadi kerugian untuk Pastore. Dan seperti Modric, ia cenderung berlari menghadapi lini pertahanan lawan ketimbang mendistribusikan bola dengan akurasi tinggi macam Scholes, dan itu bisa menjadi pertimbangan besar bagi Ferguson.

Marek Hamsik
Klub: Napoli
Usia: 23 tahun
Seperti Pastore, Hamsik sudah memberikan pengaruh besar pada sepak bola Italia belakangan ini dan ia adalah salah satu figur kunci dari sukses Partenopei mencapai Liga Champions musim ini. Memiliki kekuatan besar dalam mengatur irama permainan di lini tengah, gelandang asal Slovakia ini juga sudah membuktikan ketajamannya menjebol gawang lawan. Meski memiliki kekurangan dalam porsi defensif, ia mampu menutupinya dengan visi luar biasa kala menyerang.
Performa mengecewakan dan kegagalannya bersama timnas Slovakia di Piala Dunia 2010 mungkin sedikit menurunkan harganya. Namun dipercaya, masih dibutuhkan dana sekitar 25 juta pound untuk memancingnya keluar dari San Paolo, meski kecil kemungkinan untuk itu mengingat keberhasilan yang sudah diraih Napoli musim ini.
Promosi Dari Tubuh Klub
Setelah menyaksikan timnya 'dipermainkan' Barcelona di final Liga Champions, Ferguson dipercaya tak akan bersusah payah mengeluarkan dana besar demi memperkuat lini tengah mereka musim panas ini. Memang United kehilangan kreativitas di lini vital tersebut, namun Fergie masih memiliki opsi Anderson (23), Michael Carrick (29), dan Darron Gibson (23) untuk mengisi kekosongan itu.
Satu nama yang mungkin jadi pertimbangan besar Fergie adalah Tom Cleverley (21). Ia selama ini diapresiasi amat tinggi di Old Trafford dan sudah tampil reguler untuk klub di laga pra-musim dalam dua tahun terakhir. Kembalinya Cleverley dari masa peminjaman di Wigan bisa menjadi opsi untuk lini tengah United, meski kemungkinan Ferguson tak akan langsung mempercayakan posisi vital di lini tengah padanya.
Melihat opsi itu mungkin klub akan memilih untuk membelanjakan uang mereka demi memboyong kiper baru - kemungkinan besar David De Gea dari Atletico Madrid, untuk menutupi celah defensif mereka.

10 Pemain Yang Pernah Menolak Pinangan Sir Alex Ferguson

Bursa transfer musim panas 2011-12 sudah dibuka. Beberapa klub besar mulai mengincar para pemain bintang dan pemain-pemain yang tengah bersinar selama musim 2010-11 lalu. Manchester United adalah salah satu tim yang sibuk belanja pemain pada bursa transfer tahun ini.
Setan Merah tengah sibuk mencari pengganti Paul Scholes dan Van Der Sar yang telah memutuskan untuk pensiun usai final Liga Champions kemarin. Meski memiliki nama besar dan kekuatan finansial yang menjanjikan, bukan berarti mudah bagi Sir Alex Ferguson untuk mendatangkan pemain yang ia inginkan untuk bermain di Old Trafford. Berikut sepuluh pemain yang sempat menolak pinangan Sir Alex.

GARETH BALE 2007
Namanya melambung terutama usai gelaran Liga Champions tahun ini. Bale berjasa besar membawa Spurs sampai ke semifinal kompetisi tertinggi Eropa. Kecepatannya menyisir sisi lapangan benar-benar mereptokan sejumlah tim raksasa Eropa seperti Inter Milan dan AC Milan. Penampilannya bersama Tottenham Hotspurs benar-benar menghipnotis ribuan mata pecinta sepak bola dunia.
Karir senior Bale bermula di Southampton pada musim 2006-07. Kemampuan olah bolanya memikat sejumlah klub Liga Inggris termasuk Manchester United untuk memboyong pemuda kelahiran Cardiff ini. Namun Southampton tidak ingin mengirim Bale menuju Old Trafford dengan alasan kemampuan sang bintang saat itu masih belum cukup teruji untuk bermain bagi tim Setan Merah. Kini di bawah asuhan Harry Redknapp kemampuannya cukup matang untuk dipinang United namun harga 40 juta pounds membuat Sir Alex berpikir ulang untuk memboyongnya menuju Old Trafford.

PATRICK KLUIVERT 1998
Patrick Kluivert meniti awal karirnya bersama Ajax. Namanya semakin bersinar setelah ia mengantar Belanda sampai pada semifinal Piala Dunia 1998. Penampilan Kluivert memikat Sir Alex untuk memboyongnya menuju Old Trafford. Sang pemain pun menunjukkan respon positif atas minat Sir Alex ini. Namun Barcelona lebih menarik bagi Kluivert dan ia memutuskan untuk menolak tawaran Sir Alex dengan menerima tawaran Barcelona satu jam sebelum bursa transfer musim itu ditutup.
Bersama Barcelona ia menikmati masa kejayaannya di dunia sepak bola. Total ia mengemas 90 gol dari 182 penampilannya bersama Blaugrana. Meski gagal mendapatkan Kluivert United justru mencapai salah satu musim tersuksesnya dalam sejarah perjalanan klub. Pada musim 1998-99 Manchester United berhasil meraih treble winner tanpa bantuan Kluivert.

EDWIN VAN DER SAR 1999
Pemain mana yang tidak ingin bergabung dengan klub yang baru saja meraih treble winner. Namun itulah yang ditunjukkan penjaga gawang yang baru saja mengakhiri karirnya sepak bolanya bersama Setan Merah ini.
Pada tahun 1999 United berusaha mencari pengganti Peter Schmeicel yang memutuskan hengkang dari Old Trafford. Sosok Van Der Sar dinilai menjadi pengganti paling pas namun penjaga gawang asal Belanda ini justru menolak tawaran Sir Alex dan memilih untuk berlabuh bersama Juventus. Pada akhirnya United berhasil memboyong Van Der Sar pada tahun 2005 dengan status free transfer.

MIKEL JOHN OBI 2006
Mikel mengawali karirnya dari akademi sepakbola Pepsi yang diselenggarakan di Norwegia. Dari akademi ini ia berpindah menuju Lyn Oslo sebagai klub senior pertamanya. Bersama Oslo ia berhasil memikat beberapa klub besar seperti Manchester United dan Chelsea. Dari sinilah kontroversinya berawal.
United menyebutkan bahwa mereka telah mendapatkan tanda tangan sang pemain dengan nilai kontrak empat juta pounds. Namun Chelsea juga menyebutkan klaim mereka atas sang pemain dan berhasil memboyong Mikel ke Stamfor Bridge. Mikel akhirnya menolak ajakan bermain di Old Trafford dan lebih memilih Chelsea. Chelsea akhirnya membayar Lyn sejumlah empat juta pounds dan menebus kontrak United sebesar 12 juta pounds.

DAVID HIRST 1992
David Hirst merupakan pemain asli Inggris yang sempat memperkuat skuad three lions sebanyak tiga kali. Ia mengawali karir seniornya bersama Barnsley pada tahun 1985 dan pensiun pada tahun 1999 saat berseragam Southampton. Hirst dikenal sebagai pemain yang sering mengalami cedera.
David Hirst merupakan pemain yang mungkin membuat Sir Alex sangat terluka. Bujukan Sir Alex untuk mendatangkannya sebanyak enam kali semuanya mengalami penolakan. Dua dari penolakan tersebut terjadi pada tahun 1992. Pada awal musim 1992 United mengajukan tawaran padanya namun mengalami penolakan dan pada bulan November tawaran 3 juta pounds juga tidak mampu menggoda Hirst untuk berlabuh di Old Trafford. Karirnya berakhir akibat tackle yang ia alami pada tahun itu juga dan cedera yang ia alami terus menerus kambuh menjadi penyebab utamanya mengakhiri perjalanannya di dunia sepak bola.

AARON RAMSEY 2008
Karir Aaron Ramsey bermula di tim junior Cardiff saat berusia delapan tahun. Ia menjadi pemain paling muda dalam sejarah klub Cardiff saat menjadi pemain pengganti bagi Paul Parry pada musim 2006-07. Penampilannya memikat Sir Alex untuk membawa Ramsey ke Old Trafford.
Pada tahun 2008 Situs resmi klub United menyebutkan bahwa Ramsey telah terikat dan akan segera bergabung bersama Giggs dkk. Namun secara mengejutkan ia memilih Arsenal dengan alasan Wenger telah memberikan dukungan pada keluarganya. Langkah gegabah United yang mengumumkan bahwa ia telah terikat dengan kubu Setan Merah juga disinyalir menjadi kebencian Ramsey pada Manchester United.

RONALDINHO 2003
David Beckham yang memutuskan untuk pindah ke Real Madrid membuat Sir Alex berpikir mencari pengganti yang pas di sisi sayap United. Pilihan Sir Alex akhirnya jatuh pada Ronaldinho. Pemain Brazil yang berhasil tampil memukau pada Piala Dunia ini dinilai sebagai sosok sempurna untuk menempati sayap kanan United.
Keinginan Sir Alex untuk memboyong Ronaldinho ternyata tidak mendapat respon positif dari klub tempat ia bermain. Kesepakatan dengan Ronaldinho telah terjalin namun PSG lebih memilih memberikan Ronaldinho kepada Barcelona. United yang gagal mendapat pengganti Beckham akhirnya memtuskan mendatangkan Cristiano Ronaldo untuk mengisi posisi sayap kanan mereka.

ARJEN ROBBEN 2004
Robben bersinar pada EURO 2004 dan berhasil memukau United untuk memboyongnya pada tahun yang sama. Ayah Robben menyebutkan bahwa anaknya tertarik untuk menjadi anak asuh Sir Alex setelah berkunjung ke Old Trafford dan melihat semua fasilitas yang mereka tawarkan.
Chelsea kembali menjadi mimpi buruk United. Kontrak tujuh juta euro yang disodorkan United dibuat seakan tidak berpengaruh setelah the Blues memberikan penawaran 18 juta pounds untuk tanda tangan Robben. Akhirnya Robben pun lebih tertarik dengan nilai kontrak yang lebih tinggi.

PAUL GASCOIGNE 1988
Paul Gascoigne mengawali karirnya bersama Newcastle United sebagai pemain gelandang. Pada tahun 1988 ia berhasil menjadi pemain muda terbaik dengan mencetak 21 gol dari 92 penampilannya bersama Newcastle. Performa Gascoigne mengundang ketertarikan Sir Alex untuk mengajaknya bermain bersama United. Ia pun berjanji pada Sir Alex untuk bergabung dengan timnya untuk musim mendatang.
Keputusan mengejutkan justru Gascoigne buat dengan menerima tawaran bermain bagi Tottenham Hotspurs yang juga tertarik padanya saat itu. Kubu Spurs rupanya telah membelikan rumah bagi orang tua Gasciogne dan ia pun terpaksa membalas pemberian Spurs. Sebenarnya Paul menyesali langkah yang telah ia ambil namun Sir Alex telah memutuskan untuk tidak mengincarnya kembali.

ALAN SHEARER 1992 & 1996
Alan Shearer adalah salah satu pemain pemegang rekor gol terbanyak bagi Newcastle dan pencetak gol terbanyak Liga Inggris. Total ia telah mengemas 283 gol selama berkarir di Inggris. Alan termasuk salah satu pemain yang menolak tawaran United lebih dari sekali.
Penolakan pertama ia lakukan saat masih memperkuat Southampton pada tahun 1992. United terlalu lama untuk mengikat pemain ini dan akhirnya ia memilih untuk berseragam Blackburn Rovers. Pada tahun 1996 United mengulangi kesalahan yang sama dengan dalih mereka tengah mengumpulkan uang yang diperlukan untuk memboyong striker yang kini menjadi arsitek bagi Newcastle United.

sumber: bola.net

6 Jun 2011

Asal mula waktu pertandingan 45 menit dalam sepak bola


Permainan sepak bola memang banyak sekali digemari oleh masyarakat kita di berbagai wilayah seluruh negeri ini, akan tetapi kemungkinan masih banyak pula yang belum mengetahui tentang asal mula waktu yang digunakan dalam satu kali babak permainan, yaitu 45 menit.

Kenapa kok satu babak permainan sepak bola itu harus 45 menit?
Kenapa tidak digenapkan saja menjadi 60 menit / 1 jam?

Seorang pemain senior ataupun pelatih sepak bola tidak ada yang bisa memberikan penjelasan mengenai 45 menit ini. Seorang pemerhati sepak bola yang bernama Hendry kemudian memberikan penjelasan singkat mengenai hal itu.

"Begini, dalam permainan sepak bola ada 2 klub, masing-masing memiliki pemain 11 sehingga semua pemain berjumlah 22 pemain. Dari total 22 pemain, setiap pemainnya memiliki 2 bola sehingga total menjadi 44. Dan di tengah lapangan sepak bola ada 1 bola sehingga totalnya menjadi 45. 1 bola mewakili 1 menit sehingga ketemu 45 menit...", jelas Hendry.

"Kalau perpanjangan waktu 2 menit itu dari mana asalnya?", tanya salah satu orang yang ada di situ.
"Ooo...itu berasal dari jumlah bolanya si wasit tuh!!!", jawab Hendry.

10 Pemain sepakbola bertalenta dari tanah Papua

Papua tidak pernah absen dalam mencetak pemain-pemain sepakbola profesional di tingkat nasional. Selalu menghadirkan bibit-bibit pesepakbola luar biasa dalam persepakbolaan tanah air. Inilah 10 pesepakbola Papua terbaik yang bersinar di dunia sepakbola nasional.

1. Titus Jhon Londouw Bonai

Titus Jhon Londouw Bonai atau Titus Bonai, ialah pesepakbola asal Papua yang kini bermain untuk klub Persipura Jayapura. Tibo, nama akrabnya, lahir pada tanggal 4 Maret 1989. Ia sempat dipanggil Tim Nasional Indonesia U-23 dalam pertandingan pra-olimpiade, dalam pertandingan melawan Turkmenistan pada 23 Februari 2011 lalu, ia mencetak 1 gol walaupun harus menerima kekalahan.. Ia merupakan salah satu pemain andalan dari Persipura Jayapura yang gemar menselebrasikan gol dengan tarian sajojo.

2. Boaz Solossa
http://hermawayne.blogspot.com
Boaz Sollosa, lahir 16 Maret 1986. Namanya sudah tidak asing lagi di telinga pecinta sepakbola nasional. Ia sudah malang melintang di klub sepakbola nasional. Kini, ia bermain di klub Persipura Jayapura yang dapat berposisi sebagai penyerang tengah maupun penyerang sayap. Di liga Indonesia, Boaz Sollosa hampir dipastikan menjadi Top Scorer dengan raihan 20 gol mengalahkan dominasi pemain asing. Boaz Solossa merupakan salah satu andalan Tim Nasional Indonesia di masanya. Ia terkenal dengan kemampuannya dalam mengontrol bola, tendangan kaki kiri yang keras, akurasi kaki kiri dan kaki kanan yang baik, kecepatan, visi penyerangan, dan naluri dalam mencetak gol. Ia juga dipasangkan dengan kakaknya Ortizan Solossa saat di lapangan hijau bersama Persipura Jayapura.

3. Ortizan Solossa
http://hermawayne.blogspot.com
Pesepakbola yang lahir di Sorong 28 Oktober 1977 ini bernama lengkap Ortizan Bertilone Nusye Solossa, seorang pesepakbola profesional asal Papua. Kini ia bermain bersama adiknya, Boaz Solossa di klub Persipura Jayapura. Ia biasa bermain sebagai bek kiri. Di Tim Nasional Indonesia pun ia kerap dipasangkan bersama adiknya di sebelah kiri lapangan. Ia juga sudah malang melintang di klub-klub sepakbola nasional. Ia mengawali karirnya di PS Putra Yohan Sorong. Sejumlah klub besar nasional pun pernah ia hampiri, mulai dari PSM Makassar, Arema Indonesia, Persija Jakarta, dan kini bergabung dengan Persipura Jayapura mulai tahun 2008 lalu.

4. Ellie Aiboy

Lahir di Jayapura, 20 April 1979 adalah pesepakbola bertalenta dari Papua yang saat ini memperkuat klub Semen Padang di ISL. Ia pun pernah memperkuat klub asal Malaysia, Selangor FC pada tahun 2005-2006. Ia juga merupakan pemain di Tim Nasional Indonesia pada Piala Asia 2007, Elli mencetak satu gol untuk Indonesia saat kalah dengan Tim Nasional Arab Saudi. Pria dengan tinggi 170 cm ini berposisi sebagai gelandang. Karirnya dimulai dengan bergabung di klub PSB Bogor, dan kini di Semen Padang. Bersama Semen Padang, Elly berhasil membawa Semen Padang menduduki peringkat runner up sementara di bawah Persipura Jayapura.

5. Errol FX Iba
http://hermawayne.blogspot.com
Lahir di Jayapura, 6 Agustus 1979 kini menjadi salah satu pemain sepakbola yang bersinar di dunia sepakbola nasional. Kini ia bermain untuk Persebaya Surabaya. Tahun 2001, ia memutuskan menjadi seorang mualaf dan menghilangkan kata FX di namanya. Erol Iba berposisis sebagai bek. Berbagai klub pun berminat mendatangkan Erol Iba, ia sempat diminati sebuah klub di Liga Australia, Newcastle Jets. Di Indonesia, Erol Iba sudah malang melintang di berbagai klub, mengawali karir di Semen Padang, PSPS Pekanbaru, Arema Indonesia, Persik Kediri, Pelita Jaya, hingga Persipura Jayapura pernah ia lakoni. Erol juga merupakan andalan Tim Nasional Indonesia di era kepelatihan Peter White, walaupun kini Erol jarang menjadi pilihan Timnas.

6. Christian Warobay
http://hermawayne.blogspot.com
Lahir di Serui, Kepulauan Yapen, Papua pada 12 Juni 1984. Christian Warobay merupakan pemain bertalenta dari tanah Papua. Mengawali karir di PPLP Serui pada tahun 2000, menjadi tim PON Papua 2004, bergabung di Persipura Jayapura 2004-2006, Sriwijaya FC Palembang, dan kini bermain bersanma Persidafon Dafonsoro. Ia pernah dipanggil di Tim Nasional Indonesia senior untuk bermain di Sea Games 2005. Warobay pernah mendapat gelar pemain terbaik di Liga Indonesia 2005.

7. Eduard Ivakdalam
http://hermawayne.blogspot.com
Pesepakbola asal Merauke kelahiran 19 Desember 1974 kini bermain di klub Persidafon Dafonsoro. Sebelumnya ia pernah membela klub Persipura Jayapura dan mempersembahkan tropi juara bersama Persipura Jayapura. Musim ini, Eduard membawa Persidafon menembus babak semi final divisi utama Liga Indonesia walaupun menerima kekelahan dari Persiba Bantul. ia berposisi sebagai midliefer di Persidafon. Ia pernah berkarir di PS Merauke dan PS Maren Jayapura sebelumnya.

8. Ian Louis Kabes
http://hermawayne.blogspot.com
Ian Louis Kabes, lahir di Jayapura, 13 Mei 1986 adalah pesepakbola asal Papua yang kini bermain di Persipura Jayapura. Pemain yang berposisi sebagai penyerang ini sudah mempersembahkan 6 gol di Liga Super Indonesia musim ini, dan 3 gol di musim lalu. Bersama Persipura Jayapura, Ian Louis Kabes berhasil melaju ke babak 16 besar AFC Cup dengan permaianan memukaunya.

9. Lukas Wellem Mandowen
http://hermawayne.blogspot.com
Lukas Wellem Mandowen, lahir 6 April 1989 yang kini bermain di Persipura Jayapura setelah bermain di Persipura U-21 selama 2 musim. Lukas merupakan top scorer Liga Super Indonesia U-21 musim 2009-2010. Musim ini, ia sudah mencetak 7 gol di Liga Super Indonesia, dan 2 gol di ajang AFC Cup. Ia disebut-sebut layak dipanggil Timnas Indonesia.

10. Oktavianus Maniani
http://hermawayne.blogspot.com
Oktavianus Maniani atau yang lebih dikenal dengan Okto Maniani lahir di Papua 10 Oktober 1990. Di usianya yang masih muda, karirnya begitu bersinar setelah memperlihatkan permainan yang memukau saat ajang AFF Cup tahun lalu. Hampir setiap orang pasti mengenalnya. Kini ia bermain di klub Sriwijaya FC Palembang. Okto juga merupakan andalan Timnas Indonesia U-23 dengan 3 gol dalam 10 caps. Pemain ini dikenal dengan sikap indisiplionernya yang menyebabkan pencoretan namanya di skuat timnas Indonesia. Di Liga Super Indonesia, ia sudah mencetak 3 gol musim ini bersama Sriwijaya FC. Okto disebut-sebut pesepakbola yang layak merumput di Eropa dengan kemampuannya yang di atas rata-rata.

Masih Banyak talenta-talenta anak Papua yang belum terekspos oleh media, itulah 10 pesepakbola yang bersinar di dunia sepakbola nasional.

30 Mei 2011

Mengurai Kisruh (Kongres) PSSI

 
Jakarta - Bangsa yang pelupa. Itulah julukan yang selama ini kita sandang, karena begitu mudahnya dan begitu seringnya kita melupakan kasus-kasus yang terjadi di depan kita ketika ada kasus lain muncul, sehingga tidak jarang kasus yang muncul belakangan dicurigai sebagai sebuah rekayasa untuk menutupi kasus yang sedang hangat dibicarakan.

Kini, hal itu kembali terjadi, yaitu pada kasus kisruhnya Kongres PSSI yang berlangsung pada 20 Mei 2011. Ketika kongres akhirnya ricuh dan ditutup sepihak oleh ketua Komite Normalisasi (KN) Agum Gumelar, pengamat bola, masyarakat pecinta bola ramai-ramai menuduh Kelompok 78 sebagai biang keladi kekisruhan. Kalaupun masih ada yang bepikir jernih, tapi sepertinya tidak banyak.

Bangsa yang pelupa memang layak kita sandang. "Hanya" karena kongres PSSI yang sudah diprediksi bakal ricuh akhirnya benar-benar ricuh, begitu mudah kita melupakan apa yang sebenarnya menjadi penyebab kericuhan itu. Seakan-akan apa yang terjadi di gelaran Kongres PSSI itu adalah peristiwa yang berdiri sendiri dan terjadi begitu tiba-tiba tanpa ada sebab musabab sebelumnya.

Untuk mengingatkan kembali, apa yang terjadi dalam Kongres PSSI yang lalu adalah titik kulminasi dari seluruh perseteruan yang terjadi sebelumnya. Saya akan memaparkan 5 hal yang layak untuk kita renungkan bersama, yaitu : kedudukan Komite Normalisasi (KN) dan Komite Banding (KB), keputusan CAS, agenda kongres, alasan pelarangan George Toisutta dan Arifin Panigoro (GT-AP), serta entitas Kelompok 78.

Komite Normalisasi (KN) dan Komite Banding (KB)

Pada pertemuan antara KN dengan pemilik suara sah PSSI di Hotel Sultan pada 14 April 2011, diputuskan bahwa pertemuan itu menjadi Kongres Pemilihan dan membentuk pula Komite Pemilihan dan Komite Banding. Agum kemudian melaporkan itu ke FIFA, tapi FIFA hanya menyetujui Komite Banding, karena Komite Pemilihan sudah dinyatakan otomatis dijalankan oleh Komite Normalisasi. Artinya, pembentukan KB adalah sesuai dengan aturan yang ada, karena FIFA menyetujuinya.

Menjadi pertanyaan kemudian adalah, bagaimana sebenarnya kedudukan KB dan KN karena tidak ada dalam aturan resminya. Apakah KN lebih tinggi atau KB yang lebih tinggi. Sulit untuk menjawabnya karena aturannya memang tidak ada.

Tetapi yang terjadi adalah bahwa KB menjadi sub-ordinat dari KN. Ini bisa dilihat dari kenyataan bahwa hasil yang dibuat oleh KB, yang salah satunya adalah meloloskan GT-AP untuk menjadi calon ketua umum dan wakil ketua umum dimentahkan oleh KN. Alasan KN, FIFA telah melarang keduanya untuk mencalonkan diri, dan oleh karena itu pencalonannya tak bisa diproses.

Keputusan KN yang menganulir keputusan KB diprotes oleh sebagian besar pemilik suara sah PSSI yang kita kenal dengan istilah Kelompok 78 (K-78). Seharusnya, sebelum kongres KN, dalam hal ini Agum Gumelar, menyelesaikan dulu sengketa ini. Tetapi yang terjadi adalah Agum tetap berjalan tanpa menghiraukan adanya sengketa ini.

Siapapun juga tidak boleh menganggap bahwa sengketa ini sudah selesai ketika persiapan kongres sudah selesai dan tinggal menunggu hari H. Terlalu naïf jika menganggap sengketa ini hanya riak kecil yang bisa diabaikan. KN berani mengabaikan keputusan karena KN selalu berpegang teguh pada surat FIFA yang mem-blacklist GT-AP.

Meskipun K-78 terus melakukan protes, KN tetap bergeming dan terus berjalan dengan menganggap bahwa persoalan itu tidak pernah ada. Satu dari penyebab tragedi sudah tercipta, dan KN menganggapnya sebagai angin lalu.

Keputusan CAS

Karena protesnya tidak digubris oleh KN/Agum, maka K-78 melayangkan gugatan ke CAS (Court Arbritage of Sport). Waktu sudah berjalan terus dan hari H diambang fajar.

Karena waktu yang sudah demikian sempit, CAS ternyata hanya mengeluarkan putusan sela yang salah satu isinya adalah "tidak berwenang mengadili sengketa antara GT-AP dengan FIFA". Hal ini bisa dipahami karena memang tidak ada hubungan langsung maupun tidak langsung antara FIFA dan GT-AP dalam seluruh struktur organisasi di bawah FIFA. Yang menjadi anggota FIFA adalah PSSI dan GT-AP bukan anggota PSSI. Jadi wajar kalau CAS merasa tidak berwenang untuk mengadili gugatan GT-AP.

Seandainya yang bersengkata adalah PSSI dengan FIFA maka akan diadili. Atau yang bersengketa antara PSSI dengan Persija atau anggota PSSI yang lain, maka CAS akan mengadili. Atau kalau yang bersengketa adalah antara pemain di bawah kompetisi PSSI dengan FIFA, maka CAS akan mengadili.

Yang mengherankan kemudian adalah "tidak berwenang mengadili" ini diterjemahkan sebagai penolakan. Ini yang salah. Tidak ada dalam kamus apapun yang akan menyamakan penolakan dengan tidak berwenang mengadili. Terlalu naif jika kita menyamakan kedua terminologi tersebut. Tidak berwenang mengadili harus diterjemahkan sebagai apa yang disengketakan tetap dianggap sebagai sengketa yang belum ada penyelesaiannya.

Lalu ke mana sengketa ini harus diselesaikan. Sulit untuk menjawabkan karena waktu yang sudah demikian sempit. Karena CAS tidak berwenang mengadili, seharusnya sengketa bisa dibawa ke pengadilan umum atau pengadilan HAM. Tetapi pertanyaannya mungkinkah akan dikeluarkan hasil dalam hitungan hari. Jawabnya mustahil. Lalu pertanyaannya, harus dibawa ke mana sengketa ini. Kalau merujuk pada sebuah organisasi, seharusnya kasus ini dibawa ke kongres, karena kongres adalah forum tertinggi yang ada dalam struktur organisasi termasuk PSSI.

Ini sebenarnya yang harus dikiritisi oleh masyarakat yang peduli kepada sepakbola di tanah air. Jangan karena FIFA menugaskan kepada KN untuk melakukan pemilihan pengurus dan Komite Eksekutif PSSI lantas membonsai arti kongres. Apapun yang namanya kongres adalah kongres seperti yang ada dalam aturan organisasi PSSI. Kalau mau melakukan kongres dengan arti yang lain, ya diubah dulu Statuta PSSI-nya. Karena sampai saat kongres dilaksanakan, yang ada dalam statuta PSSI hanya diatur kongres dan Kongres Luar Biasa. Di luar itu tidak ada. Aturan yang demikian seharusnya dipahami oleh semua orang yang merasa peduli terhadap PSSI dan persepakbolaan nasional. Jangan karena ada perintah FIFA lalu Statuta PSSI yang masih berlaku ditabrak begitu saja.

Agenda Kongres PSSI

Kongres ini diadakan oleh Komite Normalisasi yang dibentuk oleh FIFA. Karena namanya adalah Komite Normalisasi berarti ada situasi yang tidak normal. Dan seluruh masyarakat pengamat dan pecinta bola di tanah air mengamini kondisi yang tidak normal ini setelah Kongres PSSI di Pekanbaru yang gagal terselenggara.

Kalau KN memang sadar bahwa situasi memang tidak normal, kenapa agenda yang dibuat adalah seolah-olah kondisi dan situasinya normal normal saja. Tidak ada ruang untuk berbeda. Tidak ada ruang untuk mempertanyakan yang selama ini menjadi silang pendapat.

Agenda tersusun demikian karena kepercayaan diri KN yang kelewat tinggi. Mereka benar-benar sudah tidak mau lagi melihat bahwa masih tersisa sengketa yang sangat substansial, yaitu bagaimana sebenarnya kedudukan antara KN dan KB yang sama-sama diakui oleh FIFA. KN dibentuk oleh FIFA dan KB dibentuk oleh kongres 14 April 2011 yang diakui FIFA. Sebuah kepercayaan diri yang berlebihan dengan menganggap KN memposisikan diri lebih tinggi sehingga bisa membatalkan keputusan KB.

Seharusnya KN mampu membuka mata dan membuka hati bahwa ada masalah fundamental yang akan berakibat fatal dalam kongres. KN hanya menyandarkan pada tenggat waktu 21 Mei 2011 yang diberikan oleh FIFA untuk melakukan pemilihan Ketua Umum dan wakil serta Komite Ekskutif PSSI. Selalu didengung-dengungkan bahwa kalau tenggat waktu dilanggar maka PSSI akan terkena sangsi.

Cara-cara ini persis seperti apa yang dilakukan oleh pengurus PSSI di bawah komando Nurdin Halid, khususnya pasca gagalnya Kongres PSSI di Pekanbaru. Selalu dinyanyikan dengan nyaring sanksi dan sanksi FIFA. Apa yang terjadi setelah tragedi Pekanbaru? FIFA tidak menjatuhkan sangsi melainkan FIFA membentuk KN.

Seharusnya hal ini menjadi pembelajaran bersama bahwa ternyata FIFA tidak semudah membalik telapak tangan untuk menjatuhkan sangsi. FIFA tentu juga akan menjaga martabatnya, karena kalau salah langkah bisa digugat ke CAS. Dengan alasan yang demikian, seharusnya KN terus melakukan komunikasi yang intensif memberikan informasi yang fair dan jujur kepada FIFA. Kita semua harus ingat bahwa fair play bukan hanya ada di dalam lapangan pertandingan sepakbola, tetapi juga harus menjadi semangat dalam mengelola organisasi Sepakbola.

Kembali ke agenda kongres yang hanya mencantumkan masalah pemilihan ketua umum, wakil ketua umum, dan Exco dan memberi ruang gerak untuk munculnya usulan yang lain, sungguh sebuah tindakan yang menabrak tata aturan organisasi bahwa kongres adalah forum tertinggi dalam seluruh hirarki organisasi. Jadi, kalau ada masalah besar yang tidak bisa diselesaikan di luar kongres, bisa diselesaikan di dalam konggres. Termasuk di dalamnya perselisihan antara KN dan KB. Suka atau tidak suka seharusnya masalah ini diagendakan dalam kongres yang memberi waktu kepada KB untuk memberikan penjelasan kenapa mereka meloloskan GT-AP untuk menjadi calon ketua umum dan wakil ketua umum PSSI.

Memang benar bahwa masalah ini sudah diusulkan oleh anggota agar diberikan kesempatan kepada KB untuk menjelaskan hasil kerja mereka. Tetapi ada peserta yang menolak. Ketika itu akhirnya akan diambil voting. Tetapi yang terjadi kemudian adalah ketua KN Agum Gumelar melakukan blunder ketika memutuskan voting dilakukan tertutup, padahal dalam aturannya harus dilakukan dengan terbuka yaitu mengacungkan jari atau dengan elektronik.

Ini langsung menyulut perdebatan. Meskipun diprotes oleh beberapa peserta, Agum tampak masih bertahan dengan keputusannya untuk melakukan voting tertutup. Akhirnya protes semakin menjadi-jadi dan tidak terkendali.

Seharusnya, panitia sudah menyiapkan aturan main jika terjadi voting sesuai dengan aturan yang masih berlaku. Tampak sekali tidak ada antisipasi yang dilakukan oleh panitia sehingga tata cara voting pun tidak dipahami. Jadi memang tampak aneh, hanya tata cara voting saja sampai-sampai tidak dimengerti oleh KN.

Alasan Pelarangan George Toisutta dan Arifin Panigoro (GT-AP)

Fair play harus lah menjadi roh dari seluruh kegiatan yang menyangkut sepakbola di kolong jagad ini. Bukan hanya di lapangan tetapi juga di dalam organisasi.

Semangat ini lah yang dirasakan masih mengganjal ketika Kongres PSSI dimulai. Saya masih belum lupa ingatan. Saya masih ingat benar dengan penjelasan Agum sepulang dari markas FIFA di Zurich, Swiss. Beliau menjelaskan bahwa sudah semaksimal mungkin mempertanyakan masalah pelarangan GT-AP untuk menjadi calon Ketum dan waketum PSSI. Agum Gumelar menjelaskan bahwa AP dilarang karena terlibat dalam kompetisi yang dianggap ilegal. Sementara untuk GT, FIFA tidak bisa memberikan penjelasan yang jelas.

Di sinilah sebenarnya letak blundernya ketua KN. Seharusnya Agum sudah bisa memprediksi kalau masalah ini tidak clear akan menimbulkan persoalan besar. Seharusnya Agum mati-matian minta kepada FIFA untuk menjelaskan alasan pelarangan GT dengan argumentasi yang jelas dan benar. Kalau FIFA tetap tidak mau, seharusnya Agum Gumelar mengundurkan diri sebagai ketua KN. Bahkan seluruh anggota KN mengundurkan diri karena tindakan FIFA ini jelas melanggar HAM.

Pada saat pertemuan dengan FIFA itulah seharusnya KN mati-matian melobi FIFA. Lakukan debat dengan mereka. Tetapi apa yang dilakukan oleh Agum Gumelar. Menerima apapun keputusan FIFA. Sejak Agum menerima apapun keputusan FIFA, sebenarnya sejak itulah api Kericuhan mulai sinyalakan.

Tidak seorang pun yang berakal sehat aka bisa menerima keputusan FIFA yang arogan tersebut. Tidak ada seorang pun yang masih waras akan bisa menerima keputusan FIFA yang melanggar sendiri prinsip-prinsip yang selalu mereka dengung-dengungkan yaitu fair play. Di mana letak fairness-nya jika seseorang dilarang tanpa ada alasan yang jelas.

Apakah masih kurang jelas dengan pertanyaan GT yang sudah berulang kali dilontarkan, "apa kesalahan saya?" Pertanyaan yang amat sangat sederhana. Pertanyaan yang sangat mudah dipahami. Tetapi yang terjadi adalah pengalihan masalah, yaitu dengan balik bertanya, "apakah tidak ada calon lain selain GT?" "Apakah di antara 230 juta rakyat Indonesia hanya dia yang mampu? "

Ini dialog cara apa. Kalau dalam ungkapan jawa, orang yang demikian disebut waton suloyo. Sulit untuk mencari padanan yang pas dalam bahasa Indonesia, karena ungkapan tersebut teramat dalam artinya.

Kembali ke masalah pelarangan terhadap GT, ini sama artinya menyamakan kesalahan yang dilakukan oleh GT sama dengan Nurdin Halid. NH dilarang karena terganjal statuta FIFA yang mengatakan bahwa organisasi sepakbola anggota FIFA dilarang dipimpin oleh seorang yang pernah dihukum. Seharusnya FIFA memberikan alasan pelarangan GT yang setara dengan Statuta yang digunakan untuk melarang NH.

Bahkan ketika hal ini ditanyakan langsung kepada wakil FIFA yang hadir di kongres yaitu Thiery Reigenass, dia tetap tak mampu memberikan alasan yang bisa diterima akal sehat. Bahkan seorang penyiar salah satu stasiun TV sempat menyinggung bahwa GT dianggap akan memecah belah PSSI.

Kalau informasi ini benar, sungguh sungguh di luar akal sehat. Mana mungkin George Toisutta mencalonkan diri menjadi ketum PSSI dengan tujuan hanya untuk memecah belah PSSI. Kalau memang benar GT ingin memecah belah PSSI, saya yakin Tuhan pun yang Maha Pengampun tidak akan pernah mengampuni dosa GT. Dan saya yakin sebagai makhluk yang beragama, seorang George Toisutta tidak serendah itu.

Banyak pengamat sepakbola yang meminta GT untuk legowo, karena empat tahun lagi bisa kembali mencalonkan diri. Permintaan yang menggunakan terminologi Jawa yang terdengar menyejukkan. Tetapi orang lupa bahwa legowo bukan berarti harus bisa menerima ketika haknya diinjak-injak. Bukan itu. Terminologi legowo harus ditempatkan pada sebuah tata nilai mengalah untuk menerima sebuah alasan yang tidak perlu diumumkan ke publik setelah melalui pendekatan dan dialog personal yang sungguh-sungguh intensif dalam suasana yang sejuk. Dalam sebuah dialog yang tidak saling memaksakan kehendak.

Pertanyaannya, sudahkah ini dilakukan oleh KN atau FIFA kepada GT. Tidak pernah ada. Yang ada hanya himbauan melalui media massa. Bahkan belakangan dimunculkan adanya rumor yang mengatakan bahwa TNI melakukan pendekatan kepada beberapa pemilik suara sah untuk melakukan mosi tidak percaya. Saya sampai hari ini masih percaya bahwa Agum Gumelar bukan seorang politisi. Tetapi di saat yang sama saya menjadi heran ketika beliau mencoba mengalihkan isu seperti yang biasa dilakukan oleh para politisi.

Karena hanya mengimbau untuk legowo tanpa ada tindakan yang mencerminkan filosofi legowo tersebut, maka hasil akhirnya sama-sama bisa kita lihat di dalam Konggres PSSI yang tidak menghasilkan apa-apa. Tuduhan kepada GT yang seakan-akan ingin memecah belah PSSI atau masyarakat sepakbola di tanah air, akhirnya justru lahir dari sebuah perhelatan yang namanya Kongres PSSI yang seharusnya menjadi ajang untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang tidak bisa diselesaikan di luar kongres. Pasca kongres, masyarakat sepakbola di tanah air terbelah mejadi dua, yang mengecam k-78 dan yang memahami K-78.

Entitas Kelompok 78

Kelompok 78 atau K-78 saat ini menjadi tertuduh. Bahkan akan sekelompok pecinta sepakbola di negeri ini yang akan menuntut secara hukum K-78 jika FIFA menjatuhkan sangsi kepada PSSI. Memang setiap orang punya hak untuk menyalahkan orang lain, asal dengan argumentasi yang bisa dipertanggungjawabkan melalui hukum. Sebelum menjatuhkan stigma "tertuduh" pada K-78, marilah kita telusuri kembali apa yang menjadi Tuntutan Pokok dari K-78 ini.

Saya mencoba untuk menyisir banyak berita di media cetak, mendengar dialog di TV meskipun banyak yang tidak bermutu dan hanya mengedepankan emosi yang tidak terkontrol, menelusur berita di situs-situs on-line. Hasilnya adalah dua hal pokok, yaitu pertama, kenapa GT-AP dilarang? Statuta mana yang digunakan untuk melarang GT-AP, lebih khusus lagi kepada GT? Yang kedua, kenapa Komite Banding tidak diberi hak untuk menjelaskan alasan meloloskan GT-AP di dalam kongres?

Kedua pertanyaan ini harus diperlakukan sebagai sesuatu hal yang lumrah dan tidak ada kesan untuk memaksakan kehendak. Ketika kita tidak mampu menjawab pertanyaan tersebut, yang terjadi adalah mengalihkan perhatian dengan balik bertanya, Apakah tidak ada calon lain yang pantas? Atau apakah di antara 230 juta rakyat Indonesia hanya GT yang pantas untuk memimpin PSSI?

Sekali lagi kembali pada hal yang dipersoalkan oleh K-78 adalah bukan masalah pantas tidaknya GT mencalonkan diri, tetapi apa yang menyebabkan GT dilarang mencalonkan diri. Banyak orang sudah kehilangan akal sehatnya ketika tidak mampu menjelaskan pertanyaan yang diajukan K-78 sehingga mereka memberikan komentar dan penilaian bahwa K-78 memaksakan kehendaknya.

Kalau kita kembali kepada esensi kongres, suka tidak suka, mau tidak mau, merekalah yang saat ini memegang hak suara sah. Kita jangan berdebat soal ini. Kita jangan meniru argumentasi yang dilontarkan oleh beberapa pengamat soal pemegang suara sah ini dengan menggugat kenapa hanya mereka yang mempunyai hak suara sah. Ini adalah pernyataan yang konyol. Kalau ingin mengubah, ya diubah saja aturan mainnya dan lakukan itu dalam kongres.

Dalam dengar pendapat dengan Menpora, KN, dan KONI ada seorang anggota DPR yang menyatakan agar mengusut dan menghukum orang yang mencoba mengganggu dan menggagalkan Kongres PSSI yang lalu. Pertanyaan kita adalah apakah kalau seorang pemegang suara sah melakukan interupsi dan bertanya sekalipun dengan nada keras adalah sebuah pelanggaran? Kalau demikian, bagaimana dengan perilaku anggota DPR yang juga melakukan hal yang sama ketika mengikuti Sidang Paripurna DPR. Apakah mereka harus ramai-ramai kita tangkap juga?

Sudah demikian banyak orang kehilangan akal sehatnya menanggapi kisruhnya Konggres PSSI. Sudah sedemikan banyak yang lepas konteks dan tidak mau melihat bahwa ini semua adalah puncak dari sengketa yang seharusnya diselesaikan oleh KN sebelum kongres berlangsung kalau ingin agar kongres berjalan dengan baik. Bahkan sangat terang benderang KN tidak peduli dengan adanya sengketa ini. Berapa kali Agum Gumelar sebagai Ketua KN melontarkan tantangan: Kalau tidak puas dengan keputusan FIFA silahkan gugat FIFA, meskipun Agum sendiri bisa memprediksi bahwa untuk melakukan gugatan sampai mendapatkan keputusan, waktu yang ada tidak mungkin cukup.



===

* Penulis adalah mantan pemain sepakbola di tingkat sekolah, peminat masalah sepakbola. Artikel ini adalah opini pribadi, tidak mencerminkan sikap/opini redaksi.

sumber: detiksport

Lupakan Liga Champions, MU Gelar Parade Juara ke-19


Pemain dan fans Manchester United sementara akan melupakan kegagalan di Liga Champions. Sehari setelah kekalahan atas Barcelona, The Red Devils menggelar parade sukses merengkuh titel Liga Inggris ke-19.

Sabtu (28/5/2011) malam waktu London, MU menelan kekalahan menyakitkan dari Barcelona di final Liga Champions. Meski bermain di 'kandang sendiri' Setan Merah' tetap tak meredam ketangguhan Lionel Messi dkk untuk kemudian menyerah 1-3.

Meski gagal kembali menaklukkan Eropa, MU tetap akan merayakan sukses mereka meraih titel juara ke-19. Seperti yang sudah-sudah terjadi, pesta tersebut akan berupa parade dengan menggunakan bus beratap terbuka yang akan digelar di Manchester pada Senin (30/5/2011) siang ini waktu setempat.

Skuad The Red Devils akan memamerkan trofi musim 2010/11, yang membuat mereka mengalahkan Liverpool sebagai klub dengan titel liga terbanyak. Sir Alex Ferguson akan ditemani seluruh skuad MU dalam perayaan tersebut.

"Manchester United memenangi gelar ke-19 di top flight adalah sesuatu yang luar biasa dan merupakan raihan bersejarah. Kami yakin fans akan keluar dan ikut dalam perayaan ini untuk menyambut pahlawan mereka dan tanggal 30 Mei akan jadi hari yang dikenang oleh seluruh kota," ungkap ketua Dewan Kota Manchester, Sir Richard Leese di Metro.UK.

Kekalahan yang diderita MU di Liga Champions diyakini tak akan berpengaruh pada antusiasme fans untuk turun ke jalan. Di situs resminya pihak MU memprediksikan akan ada ribuan oran turun ke jalan menyambut Nemanja Vidic dkk.

sumber: detiksport

Messi-Ronaldo Sama Kuat di Akhir Musim




Jakarta - Cristiano Ronaldo menyabet status top skorer La Liga dan membawa pulang sepatu emas Eropa. Lionel Messi menjuarai Liga Champions dan jadi pencetak gol terbanyak kompetisi tersebut. Sama-sama bikin 53 gol, keduanya imbang?

Ronaldo bersama Real Madrid lebih dulu menyudahi musim 2010/2011 yakni setelah El Real meraih kemenangan 8-1 atas Almeria a 21 Mei lalu. Sementara Messi masih membela Barcelona di tanggal 29 Mei dalam laga final Liga Champions.

Setelah musim kompetisi 2010/2011 benar-benat tuntas, perdebatan siapa yang lebih baik antara Messi dan CR7 bisa ditarik keseimpulannya. Dan dengan mempertimbangkan raihan masing-masing pemain, posisi keduanya cukup berimbang.

Ronaldo tampil luar biasa dengan 40 gol dia lesakkan di Liga Spanyol saja. Ditambah tujuh gol lainnya di Coppa del Rey dan enam di Liga Champions eks Manchester United itu total membuat 53 gol musim ini.

Bagaimana dengan Messi? Di La Liga jumlah gol Messi yang 31 kalah atas CR7. Namun jika ditotal, pesepakbola terbaik dunia itu juga telah membuat 53 gol musim ini. Tambahan gol Messi tujuh di antaranya datang dari Copa Del Rey, tiga di ajang Piala Super Coppa dan 12 di Liga Champions.

Ronaldo memenangi Copa del Rey, top skorer La Liga dan Sepatu Emas Eropa. Messi menjuarai La Liga, Liga Champions dan top skorer Liga Champions.

Kedua pemain yang disebut-sebut sebagai yang terbaik didunia tersebut juga punya rataan menit mencetak gol yang nyaris serupa. Dikutip dari AS, Messi mencetak gol rata-rata setiap 86,2 menit, sementara CR7 rata-rata menjebol jala gawang setiap 86,8 menit sekali.

Jika membandingkan jumlah pertandingan dengan gol yang dibuat, Ronaldo memang sedikit lebih baik (54:53) atas Messi (55:53). Namun si pesepakbola Argentina bisa balik unggul dalam jumlah assist (24) jika dibanding sang winger Portugal (16).

Cristiano Ronaldo vs Lionel Messi musim 2010/2011

Ronaldo
Penghargaan/Trofi: Copa del Rey, Top Skorer La Liga, Sepatu Emas Eropa
Penampilan / Gol / Assist: 54 / 53 / 16
Rata-rata menit pergol: 86,8 menit

Messi
Penghargaan/Trofi: La Liga, Liga Champions, Top Skorer Liga Champions
Penampilan / Gol / Assist: 55 / 53 / 24
Rata-rata menit pergol: 86,2 menit

sumber: detiksport

24 Mei 2011

Raja Gol Musim Kompetisi 2010/2011

daripada kita membahas kongres PSSI yg bikin pusing dan berjalan seperti "dagelan" lebih baik geckofc blog membuat artikel tentang top skor di masing-masing kompetisi eropa.


1. Liga Inggris 
Dimitar Berbatov



dan Carlos Tevez

yang sama-sama mengoleksi 21 gol menjadi top skor liga inggris musim ini, cuman menurut geckofc blog pencapaian berbatov jauh lebih baik ketimbang tevez karena dari 21 gol tidak ada yang di hasilkan dari titik putih beda dengan tevez yang dari 21 gol 5 diantaranya berasal dari eksekusi penalti.

2. Liga Spanyol
Cristiano Ronaldo

yang mencetak rekor top skor liga spanyol dengan 40 golnya yang 5 diantaranya berasal dari eksekusi tendangan penalti.


3. Liga Italia
Antonio Di Natale

yang mengoleksi 28 gol di liga italia tersebut, sekaligus mampu mengantarkan timnya udinese kembali ke liga champion setelah absen selama 5 tahun


4. Liga jerman 
Mario gomez
 
yang mencetak 28 gol bersama klubnya bayer munchen


5. Liga Belanda
Björn Vleminckx 

yang mampu mencetak 23 gol dan 1 diantaranya berasal dari titik putih, walaupun timnya sendiri NEC Nijmegen yang hanya mampu nangkring di posisi 11 klasemen akhir eredivisie tahun 2010/2011

6. Liga prancis
Moussa sow

yang mampu mengoleksi 22 gol di ligue 1 sekaligus mengantarkan timnya lille menjadi juara ligue 1 kompetisi 2010/2011



dari ketujuh nama pencetak gol di atas perolehan gol ronaldo paling tinggi diantara kompetisi liga di eropa membuktikan bahwa dirinya sebagai pemain paling produktif musim ini. 

sumber: geckofc.blogspot.com

12 Mei 2011

Sejarah Singkat Skateboard & Proses Pembuatannya

http://www.bonza.com/wp-content/uploads/2007/08/skateboard_art.jpg

Skateboard pertama kali ditemukan pada pertengahan tahun 1950, seiring dengan perkembangan era surfing di daerah California, Amerika Serikat. Pertama kali muncul, skateboard masih diciptakan oleh tangan manusia dan terbuat dari kayu yang gabungkan dengan ban sepatu roda dan disambungakan oleh trucks dari sepatu roda juga yang sangat tebal dan berat. Pada saat itu orang juga belum mengenal nama ‘skateboard’, melainkan ‘sidewalk surfing’.

Masa-masanya dimulai ketika Marty McFly menggunakannya dalam sebuah film yang berjudul “Back To The Future”, disini Marty menggunakan media skateboard sebagai alat transportasinya.

Pertengahan tahun 1960, skateboard menjadi permainan yang cukup mainstream di Amerika. Dua buah brand, yaitu Hobie dan Makaha melihat celah tersebut dan mulai memproduksi skateboard, jadi para penikmat permainan ini tidak perlu lagi bersusah payah untuk membuat skateboard. Mereka dapat membeli langsung dan langsung memainkannya.

Popularitas skateborad mulai meningkat ketika sebuah majalah lokal yang membahas permainan ini mulai terbit, yaitu Skateboarder Magazine. menjadi sebuah media yang sangat membantu para skateboarder untuk lebih mengetahui secara lengkap mengenai hal ini. Makaha sebagai salah satu brand pada waktu itu benar-benar mengeruk keuntungan yang luar biasa, yaitu sebanyak 4 juta dolar Amerika dalam jangka aktu dua tahun saja (1963-1965).

Second generation
http://socalskateshop.com/images/products/thumb_6369_alva1977BennetCadillacLTN.jpg
Awal tahun 1970, Frank Nasworthy memulai kariernya di dunia skateboard dnegan merancang skateboard dengan bahan polyurethane yang lebih tenar dengan nama “Cadillac”. Melihat kejayaan skateboard, maka semakin banyak perusahaan-perusahaan yang saling berlomba-lomba untuk menjadikan lahan ini sebagai ladang bisnis mereka. Salah satunya ialah Tracker Trucks yang berdiri pada tahun 1976. Skateboard yang dihasilkannya pun jauh lebih bagus dari skateboard yang sebelumnya di pasaran, Banana Board menjadi papan yang cukup menjadi trend pada saat itu, bentuknya yang ringkas dan elastis membuat papan yang satu ini laris di pasaran. Belum lagi permainan warna dan desain yang sangat menarik yang terdapat pada papan tersebut.

Kejayaan tersebut memang tidak bertahan lama, biaya yang sangat besar untuk membuat skate park menjadi sebuah masalah pada era tersebut, dan akhirnya pada awal tahun 1980 skateboard mulai tidak terdengar lagi beritanya.

Third generation
http://3.bp.blogspot.com/_bXK-YJiErTc/TCH2NWAGfNI/AAAAAAAAATQ/TSyQ_tZlK_Q/s1600/how-to-ollie.jpg
Setelah menghilang selama lumayan lama, skateboard mulai bangkit lagi pada pertengahan tahun 1980. Pada era ini banyak skateboarders yang mulai kreatif dan memiliki dana yang cukup sehingga mereka mampu membuat vert ramp yang menjadi lahan untuk bermain skateboard.

Jika pada awalnya para skateboarder hanya bermain dengan cara meluncur saja, maka sudah saatnya para pemain tersebut berterima kasih kepada Alan Gelfand. Alan adalah orang yang pertama kali menemukan teknik ollie, maka dari itu namanya lebih banyak dikenal dengan sebutan Alan “Ollie” Gelfand.

Setelah Alan Gelfand, maka kini giliran Rodney Mullen yang memberikan sentuhan baru pada dunia skateboard. Mullen menciptakan sebuah gaya baru yang cukup ekstrim yaitu freestyle skating yang merupakan langkah awal dari modern skateboard. Gaya-gaya seperti flatground ollie, the ollie kickflip, the heelflip dan 360 flip merupakan ciptaannya karena bosan dengan gaya yang itu-itu saja. Setelah itu barulah gaya-gaya yang lainnya tercipta seperti with short noses, slide rails dan large soft wheels.

Bosan dengan skatepark, maka para skateboarder mulai mencari sesuatu yang lebih menantang, hingga akhirnya sarana umum seperti tempat perbelanjaan, trotoar dan taman kota menjadi ladang bagi mereka. Gaya permainan mereka yang cukup ekstrim akhirnya mendapat perhatian yang ekstra ketat dari pihak berwajib, dari terguran hingga sanksi yang berat menjadi hal yang harus diterima oleh para skaters yang tertarngkap. Namun itu semua tidak membuat jera mereka, bahkan di beberapa negara akhirnya mulai mengikuti cara bermain seperti itu bahkan di Indonesia sendiri pun juga ikut terjangkit virus tersebut.

The Fourth Generation
Papan skate pun mulai menunjukan perubahannya kembali. Lebar papan kini mencapai 8 inci dengan panjang 30 sampai 32 inci dengan ban yang terbuat dari polyurethane. Steve Caballero menjadi salah satu pelopor pada era ini. Selain bentuk papan baik itu desain, gaya para skaters pun terlihat lebih menarik dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

Gaya berpakaian mereka secara tidak langsung juga terinspirasi oleh musik-musik yang biasa didengarkan para skaters, mulai dari black music hingga musik cadas. Celana jeans yang dipadukan dengan t-shirt menjadi salah satu pilihan wajib.

Foto-foto dibawah adalah Proses Pembuatan Papan Skateboard

Mesin pres buat pres papan skate gan. Langsung 5 papan sekaligus. Itulah sebabnya terkadang kita waktu membeli terdapat kesamaan persis sama papan yang lainnya.

Ruang buat pendinginan papan skate sebelum dipotong menjadi bentuk-bentuk tertentu.

Tahap pengeboran papan skate. Tahap pengeboran ini dioprasikan dengan komputer. Sehingga bisa tahu seberapa basis roda untuk setiap papan skate.

Tahap pemotongan papan skate. Proses inipun juga sudah ada cetakannya gan.

Tahap pembuatan lengkungan papan. Pada tahap ini seorang pembuat memerlukan waktu 12 detik buat menyelesaikannya.

Tahap pengamplasan papan skate. Tahap ini dilakukan agar papan skate kelihatan mulus.

Tahap pemberian logo merk. Pada tahap ini, pemberian logo merk dilakukan dengan menggunakan laser.

Tahap pewarnaan. Pada tahap ini pula harus menggunakan mesin. Biar cepet beres kali ya.

Sudah setengah jadi nih.

Tahap pengepakan. Pada tahap ini papan skate sudah siap untuk dipasarkan.



sumber: terselubung.blogspot.com
 

info unik Copyright © 2011 -- Template created by O Pregador -- Powered by Blogger