30 Jul 2011

Sergio Aguero, Ambisi "Che Guevara" Manchester City

Sergio Aguero pertama kali main di Inggris tiga bulan setelah ulang tahunnya yang ke-18. Saat itu ia debut di Argentina menghadapi Brasil. Aguero berlari kecil pemanasan di pinggir lapangan Emirates Stadium. Siapa pemain yang digantikannya? Carlos Tevez!
Lima tahun berselang, Aguero kembali siap menggantikan Tevez. Tidak di Argentina, tapi di Manchester City, sekaligus menjadi pemain termahal dalam sejarah City, mengalahkan rekor transfer Robinho dari Real Madrid.

Welcome to Manchester: Sergio Aguero saat diperkenalkan sebagai pemain City di Etihad Stadium. (c) MCFC
Saga transfer berakhir setelah Sheikh Mansour telah mentransfer 35 juta pound (sekitar Rp 483 miliar) ke rekening Atletico. Ditambah klausul yang meningkat sampai 40 juta pound (Rp 553 miliar) dan gaji 200 ribu pound per pekan selama lima tahun, total harga Aguero mencapai 85 juta pound (Rp 1,17 triliun). Fantastis!
Aguero yang sebelumnya gencar dikabarkan bakal ke Real Madrid, sangat antusias gabung City. "Sekarang aku pemain City. Aku senang berada di sini," tulis Aguero di Twitter usai tes medis di Eastlands.
Transfer Aguero hanya kalah dari Fernando Torres. Tapi ia yakin tak akan bernasib sama seperti enam bulan pertama Torres di Chelsea. "Aku berpikir sebagai seorang juara,"

Aguero menyapa fans City setelah tes medis. (c) Dailymail
Ambisi City yang mendatangkan striker sekelas Aguero di saat Tevez belum resmi pindah klub, menjadi sinyal awal ambisi Roberto Mancini di Premier League dan Liga Champions musim depan.
Don Mancio kurang puas dengan performa Edin Dzeko dan terlihat kesulitan mengendalikan ulah bengal Mario Balotelli, meski sama-sama berasal dari Italia. Sementara Emmanuel Adebayor, Roque Santa Cruz, dan Craig Bellamy sudah dipersilahkan pergi atau bermain di tim cadangan.
Aguero melakukan debut profesionalnya di Independiente satu bulan tiga hari setelah berulang tahun ke-15, mengalahkan rekor 27 tahun sebagai pemain termuda Diego Maradona yang kelak menjadi mertuanya.

Aguero dan istrinya, Gianina -putri Diego Maradona- bersama putranya, Benjamin Aguero. (c) Dailymail
Aguero lahir di kawasan miskin pinggiran Buenos Aires. Ia anak paling tua kedua dari tujuh bersaudara. Ayahnya, Leonel, berusaha menjadi pemain bola, namun gagal. Leonel akhirnya menjadi sopir taksi untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Aguero kecil dijuluki Kum Kum, tokoh kartu Jepang, yang kemudian menjadi julukannya sekarang, "Kun Aguero".
Saat Aguero berusia delapan tahun, Eduardo Gonzales, seorang jurnalis yang merupakan rekan Leonel, mengontak Independiente untuk memberi kesempatan pada Aguero. Gonzales dan Independiente tak salah. Dengan 23 gol dalam 56 pertandingan, Aguero langsung menjadi bintang muda paling bersinar di Argentina.

Aguero di Copa America 2011. (c) AFP
Klub kaya Brasil, Corinthians, yang saat itu diperkuat Carlos Tevez dan Javier Mascherano berusaha memboyong Aguero, namun gagal. Tawaran Juventus dan Villarreal ditolak Independiente. Atletico akhirnya mendapatkan Aguero dengan harga 15,6 juta pound (sekitar Rp 215 miliar) setelah Independiente mengalami krisis finansial dan harus menyelesaikan pembangunan stadion.
Musim pertama di Spanyol tak berjalan mulus untuk Aguero, dengan postur tubuh yang tak terlalu besar untuk ukuran Eropa. Aguero banyak belajar dari Fernando Torres. Namun sejak Torres dijual ke Liverpool, Aguero menjadi striker andalan Rojiblancos, mencetak lebih dari 20 gol setiap musimnya, termasuk membawa Atletico juara Liga Europa 2010 dan Piala Super Eropa pada tahun yang sama.
Pada laga terakhir La Liga musim lalu Aguero mencetak hattrick saat Atletico menang 4-3 atas Real Mallorca. Aguero tak merayakan satu pun dari ketiga golnya. Aguero tahu masa depannya sudah tak lagi bersama Atletico, meski hattrick itu ia telah membuatnya tercatat sebagai pencetak lebih dari 100 gol untuk Atletico.

Aguero ketika berkostum Atletico, hatinya sudah tak lagi berada di kota Madrid. (c) AFP
Selama lima tahun di ibu kota Spanyol, Aguero berada di bawah bayang-bayang Real Madrid dan Barcelona. Nama kedua tentu dengan Lionel Messi-nya, sama-sama dari Argentina, sama-sama berangkat dari Tango Junior, namun beda nasib dan prestasi.
Maret 2008, Aguero mencetak dua gol saat Atletico menang 4-2 atas Barcelona yang dilatih Frank Rijkaard. Setahun kemudian Aguero kembali mencetak dua gol ketika Atletico menang dramatis 4-3 atas Barcelona-nya Pep Guardiola. Pada laga itu Messi mencetak gol brilian dan membawa Barca unggul 2-0, namun Aguero mencetak gol dan menyamakan kedudukan menjadi 2-2. Tendanagan kaki kiri Aguero pada menit akhir akhirnya membawa Atletico menang dramatis 4-3.
Ketika Atletico bermain di Liga Champions, Aguero mencetak dua gol saat menahan Chelsea 2-2 di Vicente Calderon. Namun akhir musim lalu Aguero kehilangan motivasi di Atletico, menyusul kegagalan rival sekota Real Madrid itu berlaga di Liga Champions dalam dua musim berturut-turut.

Che-Guero: Dengan kostum City. Aguero menjuluki dirinya sebagai Che Guevara sepak bola modern. (c) MCFC
Aguero tak hanya menjadi transfer terbaik City musim panas ini, tapi juga warning pada sang rival sekota bahwa noisy neighbour masih ada dan tetap akan menjadi pesaing kuat musim depan, di saat penghuni Old Trafford meremajakan skuadnya dengan mendatangkan Ashley Young, Phil Jones, hingga mantan rekan Aguero di Atletico, David De Gea.
Setelah resmi gabung City, Aguero menyebut dirinya "Che Guevara". Ia menolak disamakan dengan Messi. "Aku sudah meraih apa yang aku inginkan. Aku ingin menjadi diri sendiri. Aku adalah Che Guevara di sepak bola modern. Maradona sudah mencetak prestasi pada masanya. Kini giliranku melakukan hal yang sama,"
Menarik ditunggu bagaimana sepak terjang Kun Aguero untuk membuktikan kualitasnya sebagai "Che Guevara" di Manchester City.

0 komentar em “Sergio Aguero, Ambisi "Che Guevara" Manchester City”

Posting Komentar

 

info unik Copyright © 2011 -- Template created by O Pregador -- Powered by Blogger