23 Agu 2011

Juan Mata, Mutiara Valencia dan Spanyol di Chelsea

Juan Manuel Mata Garcia atau lebih akrab dengan nama Juan Mata menjadi properti transfer palinghot Spanyol musim panas ini.
Dua klub Inggris, Arsenal dan Chelsea, mengejar tanda-tangan Mata. Chelsea berada terdepan seiring tercapainya kesepakatan harga antara The Blues dengan pihak Valencia dan kedatangan Mata di London untuk menjalani tes medis, Senin (22/8) kemarin.
Karir Mata telah bersinar sejak level junior. Ketika berusia 12 tahun ia bergabung dengan akademi sepak bola Real Oviedo. Tiga tahun kemudian ia meraih mimpi yang menjadi kenyataan bagi hampir seluruh anak muda Spanyol, bermain di Real Madrid.
Tahun 2003 Mata mulai bergabung dengan tim junior Madrid. Bersama Juvenil A musim 2005-06, ia mencetak 18 gol dan tahun berikutnya dipromosikan ke tim Real Madrid B alias Castilla dengan mencetak 10 gol dari 40 pertandingan. Saat itu ia berposisi sebagai penyerang tengah dan disebut-sebut sebagai The Next Raul.
Namun rupanya kemegahan nama Madrid bukan jodoh Mata. Akhir musim 2006-07, direktur olah raga Real Madrid Predrag Mijatovic melakukan beberapa kesalahan pada kontrak pemain Castilla dan Valencia mengambil keuntungan dengan menyodorkan tawaran bergabung pada pemain kelahiran 28 April 1988 itu.
Mata akhirnya bergabung dengan Valencia pada musim panas 2007. Ia dianggap melakukan kesalahan saat memilih Valencia karena harus bersaing dengan winger kiri idola publik Mestalla saat itu, Vicente. Namun Mata mampu menjawabnya dengan tetap dipercaya tampil oleh pelatih Ronald Koeman dalam lebih dari 20 pertandingan liga dan mencetak lima gol.

Permata Valencia: Juan Mata saat berkostum Valencia, ikon klub ketika David Villa dan David Silva hengkang dari Mestalla
Awal karir Mata di Valencia juga "terbantu" dengan konflik Koeman dengan winger senior Miguel Angel Angulo dan cedera panjang yang dialami Vicente. Bersama David Silva, Mata menjadi kekuatan di sektor penyerang sayap El Che. Pada 20 Maret 2008, ia mencetak dua gol di semifinal Copa Del Rey menghadapi Barcelona dan membantu Valencia lolos ke final.
Pada laga puncak Copa Del Rey tahun itu Mata mencetak gol pertama kemenangan 3-1 Valencia dan terpilih sebagai pemain muda terbaik favorit fans. Gelar "non resmi" yang langsung dijawab oleh Mata dengan gol ke gawang mantan klubnya, Real Madrid pada leg pertama Piala Super Spanyol 2008, namun Valencia kalah agregat 5-4.
Saat David Villa masih di Valencia, Mata merupakan eksekutor penalti kedua setelah striker timnas Spanyol tersebut. Pada musim panas 2010, Valencia melepas duo David mereka, David Villa ke Barcelona, dan David Silva ke Manchester City. Krisis finansial yang melanda Valencia membuat Mata dikabarkan segera hengkang, namun ia akhirnya tetap bertahan sampai musim 2010-11 selesai.

La Roja: Kematangan Mata ditunjukkan saat memimpin Spanyol di Piala Eropa U21 meski sebelumnya ia sudah juara Piala Dunia di tim senior
Tahun 2010 merupakan puncak karir Mata ketika ia turut dibawa pelatih timnas Spanyol Vicente Del Bosque ke Afrika Selatan. Mata pun turut mengangkat trofi Piala Dunia pertama dalam sejarah sepak bola Spanyol meski hanya tampil sekali ketika menggantikan Fernando Torres pada laga menghadapi Honduras.
Setahun setelah juara dunia di Afrika Selatan, Mata memimpin pasukan muda Spanyol meraih gelar juara Piala Eropa U-21 di Denmark. Ia mencetak dua gol ketika Spanyol menang 3-0 lawan Ukraina di laga terakhir penyisihan Grup B. Ia juga mendapat tiga penghargaan individu, yakni terpilih dalam Tim Terbaik, menjadi pencetak assist terbanyak, dan peraih sepatu perunggu dengan dua gol.

Golden Generation: Mata bersama Adrian Lopez dan Thiago Alcantara, simbol generasi emas sepak bola Spanyol
Mata dikenal sebagai pemain yang tak egois atau individualistis. Ia mengalami masa jatuh bangun Valencia, gonta-ganti banyak pelatih dengan banyak formasi, mulai 4-4-2, 4-5-1, dan pola menyerang 4-3-3. Namun di setiap formasi dan siapa pun pelatihnya, Mata tetap mampu tampil konsisten menunjukkan permainan terbaiknya.
Ketika Valencia kehilangan Villa dan Silva, Mata tetap konsisten dengan mencetak delapan gol dan 12 assist. Ia semakin matang ketika tetap tampil di Piala Eropa U-21 meski setahun sebelumnya telah mengalungi medali emas juara dunia.
Mata juga dikenal sebagai sosok yang cerdas. Di luar lapangan, ia pernah menempuh kuliah jurnalistik di Universidad Politecnica de Madrid. Ia juga belajar bahasa Inggris.
Sebuah perjalanan karir, prestasi, rekor, dan kepribadian yang membuat Mata dianggap tepat dan siap untuk menunjukkan kualitasnya di Premier League, mengikuti jejak seniornya di Valencia, David Silva.

sumber: bola.net

0 komentar em “Juan Mata, Mutiara Valencia dan Spanyol di Chelsea”

Posting Komentar

 

info unik Copyright © 2011 -- Template created by O Pregador -- Powered by Blogger