12 Agu 2011

Ronaldinho: Legenda Yang Mulai Mendekati Masa Akhir Edarnya

Ronaldinho, adalah salah satu legenda dalam dunia sepak bola yang memulai karirnya di Eropa pada Januari 2001 saat bergabung dengan klub Paris Saint Germain. Langkahnya ini dianggap sebagai suatu langkah yang berani dan menuai banyak keterkejutan, karena biasanya bintang Amerika Selatan justru memulai karirnya pada klub-klub Italia, Portugal, atau Spanyol.
Tapi ternyata langkahnya ini adalah sebuah langkah yang justru membuatnya semakin maju dalam karier selanjutnya, setelah dia bergabung ke dalam tim kelas dunia Barcelona, tim yang pada akhirnya akan melambungkan namanya ke langit ke tujuh.
Blaugrana menandatangani persetujuan tentang bergabungnya Ronaldinho dalam timnya, segera setelah gagal menarik David Beckham, tidak ada kata-kata yang cukup bisa menjelaskan bagaimana prestasi Ronaldinho dalam setiap permainan-permainannya. Dengan kata lain permainan hebatnya diibaratkan sebagai permainan yang berasal dari dunia lain.
Dalam masa-masa awal inilah Ronaldinho berhasil membawa momen kejayaan bagi Blaugrana. Dia adalah figur yang berperan penting dalam membawa nama Barcelona bertahta di La Liga musim 2005-2006 hingga pada kejuaraan Liga Champions.
Dalam sejarah Blaugrana, dia berhasil mencetak 95 gol dan 85 assist. Masa-masa keemasannya memang mencapai puncaknya pada sekitar tahun 2005-2006 dengan prestasi 25 gol dan 21 assist hanya dalam 45 kali permainan. Sungguh sebuah prestasi yang sangat mengagumkan kala itu.
Ronaldinho pun juga tak luput dari pencapaian berbagai prestasi pribadi. Dia juga berhasil meraih penghargaan dari Don Balon pada tahun 2004 and 2005, dan juga sebagai European Footballer of the Year pada tahun 2005. Dia pun berhasil meraih penghargaan sebagai FIFPro World Player of the Year pada tahun 2005 serta 2006, sekaligus FIFA World Player of the Year Award pada tahun 2004 dan 2005.
Prestasi lainnya yang juga cukup mengagumkan adalah ketika banyak orang mengakui kehebatannya saat dia berhasil membawa Barca mengalahkan Real Madrid di Bernabeu pada El Clasico musim 2005-2006.
Dalam permainan menghebohkan ini, dia berhasil mencetak 2 gol, yang salah satu nya terjadi ketika dia berlari menghindari separuh dari pemain tim lawan sebelum akhirnya dapat melewati Iker Casillas. Para pendukungnya akan terus mengingat bagaimana suporter lawan memberikan penghormatan (standing ovation) pada pahlawan dari tim musuh mereka ini.


Mendapatkan tepuk tangan dari Madridista di Bernabeu (c) Barcablog

Sayangnya kehebatannya ini juga dibarengi dengan sisi negatif. Ronaldihno sering bermasalah dengan hal-hal kedisiplinan bahkan sejak kemunculan awalnya di tim pertama Eropa-nya di PSG yang juga sering membuatnya bermasalah dengan manajernya.
Pelatihnya di timnya saat itu, Luiz Fernandez, juga mengatakan bahwa dia lebih tertarik pada kehidupan malam di Paris dibanding dengan sepak bola yang ditekuninya.
Masalah kedisiplinan ini juga mengancam karir Ronaldinho dengan Barca juga dengan manajer barunya Frank Rijkaard saat itu. Pada akhirnya dia kehilangan posisi nya dalam tim segera setelah dia mengalami kemunduran prestasi. Dia bahkan kehilangan motivasi untuk terus bermain seperti yang juga telah disampaikan Presiden saat itu Joan Laporta bahwa Dinho butuh sebuah tantangan yang baru.
Dinho kemudian menolak tawaran dari Manchester United dan setelah itu dia memutuskan bergabung dengan AC Milan pada bulan Juli 2008. Musim awalnya di Italia adalah sebuah kesuksesan yang cukup bagus bagi karirnya.
Dia langsung berhasil mencetak gol di partai pertamanya untuk Milan dan pada akhirnya dia berhasil mencetak 10 gol dalam musim pertandingan itu dan juga 8 assist. Sebenarnya ini juga bukanlah prestasi yang cukup gemilang dan perlu untuk diingat juga bahwa pelatih Carlo Ancelotti hanya memberinya 18 laga sebagai pemain starter dalam musim itu.
Momen terbaik dari yang terbaik
Pada musim berikutnya, 2009-2010, adalah masa di mana si Brasil ini mulai kembali menunjukkan kemampuannya. Pada masa ini, Dinho membantu timnya untuk dapat meraih posisi ketiga pada klasemen akhir. Dalam musim ini pula, Ronaldinho berhasil menyumbangkan 17 assists dalam total pertandingan yang ada dan berhasil mencetak 15 gol. Dia adalah pencetak assist terbanyak di Liga Italia dan Eropa saat itu.
Karir Ronaldinho sempat kembali cemerlang setelah itu, yang akhirnya bisa membuktikan bahwa perkiraan orang-orang selama ini tentangnya ternyata keliru. Namun situasi kembali memburuk di awal musim ini, Allegri, pelatih baru Milan tampaknya mengharapkan lebih tentang kedisiplinan dari para pemainnya. Tidak seperti Leonardo, dia cukup terganggu dengan kebiasaan Dinho yang kurang teratur dalam berolahraga dan kebiasaan buruk nya keluar malam yang pada akhirnya mempengaruhi penampilannya di lapangan.
Dengan kondisi Milan yang ada di Capolista Serie A dan serta sudah pastinya mereka lolos ke babak 16 besar Liga Champion meski tersisa satu permainan, sepertinya kesempatan untuk Dinho masuk ke skuad inti Rossoneri kian berat.
Selama musim ini, Ronaldinho hanya baru menyumbangkan 1 gol dalam 10 pertandingan. Dalam enam pertandingan terakhir, dia hanya mendapat 3 kesempatan bermain, itu pun hanya di menit 85 atau bahkan pada awal permainan di pertandingan yang sudah tak menentukan. Benar-benar sebuah pengalaman yang memalukan untuk pemain sekaliber Ronaldinho.


Ronaldinho sudah tak sehebat dulu, namun dia tetaplah salah satu yang terbaik di dunia sepak bola (c) AFP

Usia Dinho semakin tua, yang akan menginjak 31 tahun di tahun depan, membuat posisinya semakin sulit karena tampaknya dia tidak akan lagi masuk dalam salah satu senjata andalan utama Allegri. Bisa dipastikan bahwa sekitar Januari tahun depan, dia akan memantapkan langkahnya untuk meninggalkan Eropa dan pergi ke Amerika Serikat atau ke Timur Tengah mungkin.
Bila tahun depan dia benar-benar meninggalkan Eropa, bisa dikatakan bahwa karirnya sudah mencapai sekitar 10 tahun sejak kemunculan pertamanya di Eropa dan kepergiannya ini bisa dipastikan juga sebagai akhir dari perjalanan kisahnya.
Untuk pemain yang cukup mengguncangkan dunia dengan kemampuannya yang luar biasa, akan menjadi berita yang sangat menyedihkan bila tiba saatnya dia pergi. Meskipun dia berjanji untuk tetap menghibur penonton di manapun dia berada, faktanya adalah bahwa dunia telah benar-benar melihat kemampuan yang fenomenal dari seorang Ronaldinho. Dan tentu itu akan menjadi kehilangan yang sangat besar nantinya.

sumber: bola.net

0 komentar em “Ronaldinho: Legenda Yang Mulai Mendekati Masa Akhir Edarnya”

Posting Komentar

 

info unik Copyright © 2011 -- Template created by O Pregador -- Powered by Blogger